Analisis Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Partisipasi Pembudidaya Ikan Bandeng (Chanos Chanos) dalam Kegiatan Kimbis di Kecamatan Blanakan Kabupaten Subang Provinsi Jawa Barat

Aripudin Aripudin
Andin H Taryoto
Maimun Maimun

Abstract

Untuk dapat meningkatkan kemauan dan kemampuan masyarakat pesisir dalam menerapkan aplikasi teknologi, maka dilakukan kegiatan Klinik IPTEK Mina Bisnis (KIMBis). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis a) perkembangan KIMBis Subang; b) karakteristik individu, luas jejaring komunikasi kelompok, motivasi dan partisipasi pembudidaya ikan bandeng; c) hubungan karakteristik individu, luas jejaring komunikasi kelompok dan motivasi pembudidaya ikan bandeng dengan partisipasi dalam kegiatan KIMBis. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari-Maret 2016 di Kecamatan Blanakan Kabupaten Subang Jawa Barat. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 20 kelompok pembudidaya ikan bandeng. Metode yang digunakan untuk menentukan jumlah sampel menggunakan rumus Slovin dengan batas toleransi kesalahan 10%. Data dianalisis dengan menggunakan korelasi pearson product moment dengan nilai 𝛼=0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan program KIMBis Subang dilihat dari luas wilayah binaan telah mencapai 17 Desa di 4 Kecamatan, telah mendapat dukungan pemerintah daerah Kabupaten Subang dan instansi terkait serta respon positif masyarakat yang telah mengikuti kegiatan KIMBis. Sistem budidaya ikan secara polyculture mampu meningkatkan pendapatan pembudidaya serta sedang dirintis pengembangan kawasan budidaya ikan secara polyculture menjadi kawasan Ekowisata Wanamina. Hasil analisis dengan menggunakan korelasi pearson product moment menunjukkan pengalaman, luas jejaring komunikasi dan kebutuhan untuk kesejahteraan berhubungan signifikan dengan partisipasi dalam kegiatan KIMBis.

Keywords

Blanakan; karakteristik; KIMBis; partisipasi; pembudidaya

Full Text:

PDF

References

Abdullah A. 2008. Peranan penyuluhan dan kelompok tani ternak untuk meningkatkan adopsi teknologi dalam peternakan sapi potong. Prosiding Seminar Nasional. November 2008. Hal. 188-195

Atawollo A. 2012. Pengaruh efektivitas komunikasi kelompok dan tingkat partisipasi anggota terhadap kemandirian kelompok dalam program bantuan pemberdayaan ekonomi masyarakat di Kecamatan Amarasi Selatan Kabupaten Kupang [disertasi]. Yogyakarta. Universtitas Gadjah Mada.

Berlian M. 2014. Peran penyuluh pertanian lapangan dan partisipasi petani dalam program FEATI serta pengaruhnya terhadap pendapatan petani di Kecamatan Banyuasin III Kabupaten Banyuasin. Jurnal Matematika, Saint dan Teknologi. Maret 2014. Vol. 15 (1): 52-62

Dewi K. 2006. Analisis beberapa faktor yang mempengaruhi partisipasi karyawan (suatu kajian teori). Buletin Studi Ekonomi. Vol. 11 (1): 10-18

Erlina DM, N Kurniasari, RH Dewi, FN Friyatna, dan T Bualangi. 2014. Laporan akhir program rintisan pengembangan kelembagaan dan perekonomian kawasan berbasis IPTEK (KIMBis Subang). Jakarta. Balai Besar Penelitian Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan (BBPSEKP). Hal. 1-42

Herawati dan I Pulungan. 2006. Faktorfaktor yang berhubungan dengan partisipasi kontak tani dalam perencanaan program penyuluhan pertanian (Kasus areal WKUPP Nyalindung, kawasan Kabupaten Sukabumi). Jurnal Penyuluhan. Vol. 2 (2): 108-114

Ife J, dan F Tesorirero. 2008. Community development, suatu alternatif pengembangan masyarakat di era globalisasi. Diterjemahkan dari Community-based alternatives in an angel of globalisation oleh S Manullang, N Yakin, M Nursahid. Yogyakarta. Pustaka Pelajar. 721 Halaman

Junaidi D. 2015. KIMBis meningkatkan produktivitas UMKM http:// technology indonesia.com / component/ content/article/ 744- dedi-junaedi. [2 Des 2015].

Nofrida E. 2014. hubungan iklim kerjasama dengan semangat kerja pegawai pada dinas pendidikan Kota Solok. Jurnal Administrasi Pendidikan, Vol. 2 (1): 187-831

Restuwati I. 2012. Hubungan karakteristik pembudidaya ikan lele dan jejaring komunikasi kelompok dengan perkembangan minapolitan di Kecamatan Ciseeng Bogor. Jakarta. Universitas Terbuka

Ramadoan S, P Muljono, dan Pulungan I. 2013. Peran PKSM dalam meningkatkan fungsi kelompok tani dan partisipasi masyarakat di Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat. Hal. 199-210

Simanungkalit RD. 2012. Analisis hubungan kerjasama tim untuk meningkatkan efesiensi kerja pada PT Mitha Samudera Wijaya Medan. Hal. 1-14

Suprayitno RA, Sumardjo, DS. Gani, dan BG Sugihen. 2012. Motivasi dan partisipasi petani dalam pengelolaan hutan kemiri di Kabupaten Maros Provinsi Sulawesi Selatan. Jurnal Penyuluhan Vol. 8 (2): 184-199

Suroso H, A Hakim, dan I Noor. 2014. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Partisipasi Masyarakat dalam Perencanaan Pembangunan Di Desa Banjaran Kecamatan Driyorejo Kabupaten Gresik. Jurnal Wacana. Vol. 17. No. 1. Hal. 7-15

Yunasaf U. 2005. Kepemimpinan ketua kelompok dan hubungannya dengan keefektifan kelompok. Hal. 1-16

Refbacks

  • There are currently no refbacks.