Perikanan Cantrang di Kabupaten Indramayu Provinsi Jawa Barat

Nia Nurfitriana
Aman Saputra ORCID
- Mukani

Abstract

Provinsi Jawa Barat merupakan wilayah yang terkena dampak dari pelarangan cantrang. Terdapat sekitar 1033 unit cantrang yang dimiliki oleh nelayan di Jawa Barat dan tersebar di 5 (lima) kabupaten/kota (Jawa Barat dalam angka 2016) Sebagai penghasil ikan terbesar di Jawa Barat, Kabupaten Indramayu mempunyai kedudukan yang sangat vital sebagai pilar utama subsektor perikanan. Salah satu pusat industri hasil perikanan Kabupaten Indramayu terletak di Desa Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur. Berdasarkan uraian di atas, perlu dilakukan kajian lebih lanjut tentang Perikanan Cantrang di Desa Eretan Kulon, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keragaman kapal, komposisi hasil tangkapan, dan laba/rugi operasional kapal cantrang, serta dampak sosial ekonomi terhadap pelarangan cantrang di Desa Eretan Kulon. Metode pengumpulan data primer dan sekunder dalam penelitian ini melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi literatur dengan teknik analisis data Anova Single Factor dan analisis deskriptif. Hasil dari penelitian ini yaitu kapal cantrang yang beroperasi di bawah koordinasi KUD Mina Bahari bejumlah 43 unit, dengan ukuran volume kapal 16-20 GT sebesar 42%, kapal dengan ukuran 21-30 GT sebesar 35%, dan 23% dengan ukuran 10 s/d 15 GT, komposisi hasil tangkapan terdiri dari 16 (enam belas) jenis ikan demersal dengan jumlah ikan terbanyak terdiri dari jenis ikan pepetek sebesar 4.440 kg, ikan biji nangka sebesar 2.100 kg, dan jenis ikan kapasan sebesar 1.650 kg, harga ikan per kilogram yang memiliki nilai ekonomis tinggi adalah cumi-cumi dengan harga jual Rp.56.666,67/kg, ikan swanggi Rp. 31.849,46/kg. Ikan pari Rp.29.333,33/kg. Penghasilan yang diperoleh dari hasil tangkapan maupun sebagai Anak Buah Kapal (ABK) perikanan cantrang di Desa Eretan Kulon sangat membantu perekonomian nelayan setempat. Kebijakan pelarangan cantrang yang diberlakukan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan menimbulkan permasalahan sosial ekonomi masyarakat nelayan di Desa Eretan Kulon bahwa masyarakat nelayan kehilangan salah satu sumber penghasilan yang terbukti menguntungkan sehingga menimbulkan kemiskinan dan kerawanan sosial.

Keywords

dampak sosial ekonomi; keragaman kapal; komposisi hasil tangkapan; laba/rugi operasional

Full Text:

PDF

References

Amanah, Siti. 2007. “Makna Penyuluhan dan Transformasi Perilaku Manusia.” Jurnal Penyuluhan 3(1):63–67. doi: 10.25015/penyuluhan.v3i1.2152.

Gani, Darwis Suharman. 2007. “Kebudayaan, Pendidikan, dan Pemberdayaan Sumberdaya Manusia ndonesia.” Jurnal Penyuluhan 3(2). doi: 10.25015/penyuluhan.v3i2.2160.

Handayani, Zulaikha Sari, dan Dyah Lituhayu. 2019. “Implementasi Kebijakan Larangan Alat Tangkap.” Departemen Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Pulitik UNDIP 9(1):1–13.

Hanum, Alfi Azhari, Saiman, dan Iradhad Taqwa Sihidi. 2021. “Kebijakan Pelarangan Penggunaan Cantrang dan Dampaknya Terhadap Nelayan Cantrang di Kecamatan Brondong Kabupaten Lamongan.” Jurnal Agregasi UNIKOM 9(1):100–117. doi: 10.34010/agregasi.v9i1.4470.

Kholik, Saeful, dan Rahmanisa Faujura. 2020. “Penegakan Hukum Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Pelarangan Penggunaan Pukat Hela Cantrang di Kabupaten Indramayu.” Bina Hukum Lingkungan 5(1):82. doi: 10.24970/bhl.v5i1.152.

Mulya, Mulya. 2019. “Dilematika Kebijakan Cantrang di Wilayah Pantura Jawa Tengah.” Dinamika Journal : Pengabdian Masyarakat 1(1). doi: 10.20884/1.dj.2019.1.1.839.

Nababan, Benny Osta, Akhmad Solihin, dan Luky Adrianto. 2018. Dampak Sosial Ekonomi Kebijakan Larangan Pukat Hela dan Pukat Tarik di Pantai Utara Jawa. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.

Neliyana, Budy Wiryawan, Eko Sri Wiyono, dan Tri Wiji Nurani. 2016. “Analisis Kelayakan Usaha Perikanan Pukat Cincin di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Lampulo Banda Aceh Provinsi Aceh.” Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management 5(2):163. doi: 10.29244/jmf.5.2.163-169.

Nurmeiana, Devy Ani, Eko Sri Wiyono, dan Mochammad Riyanto. 2020. “Strategi Adapasi Nelayan Eretan Kulon, Indramayu Terhadap Kebijakan Pelarangan Pengoperasian Arad.” IPTEKS PSP 7(14):136–50. doi: 10.20956/jipsp.v7i14.10742.

Sirait, BH. 2008. “Analisis Hasil Tangkapan Jaring Arad di Eretan Kulon Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.” Institut Pertanian Bogor.

Siswanto, Dwi. 2012. “Hakikat Penyuluhan Pembangunan dalam Masyarakat.” Jurnal Filsafat 22(1):51–68. doi: 10.22146/jf.12985.

Susanto, Djoko. 2006. “Kepapaan dan Perekat Sosial.” Jurnal Penyuluhan 2(1):60–62. doi: 10.25015/penyuluhan.v2i1.2142.

Sutanto, Himawan Arif. 2005. “Analisis Efisiensi Alat Tangkap Perikanan Gillnet dan Cantrang (Studi di Kabupaten Pemalang Jawa Tengah).” Universitas Diponegoro.

Vintarno, Jufitra, Yogi Suprayogi Sugandi, dan Josy Adiwisastra. 2019. “Perkembangan Penyuluhan Pertanian dalam Mendukung Pertumbuhan Pertanian di Indonesia.” Jurnal Responsive UNPAD 1(3):90. doi: 10.24198/responsive.v1i3.20744.

Wiyono, Eko Sri. 2009. “Persepsi Nelayan Terhadap Sumberdaya Perikanan.” Journal SOCA 9(3):330–34.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.