Peningkatan Pendapatan Nelayan Melalui Penanganan Hasil Tangkapan dengan Sistem Rantai Dingin di Kecamatan Kendari dan Nambo Provinsi Sulawesi Tenggara serta Kecamatan Teluk Bintan Provinsi Kepulauan Riau

Sobariah Sobariah
Diah Ayu Meriana Sari
Syahrul Hidayat
Nasriyah Nasriyah
Sakti Hari Susanto

Abstract

Sistem rantai dingin menggunakan es curah merupakan salah satu upaya untuk mempertahankan kesegaran ikan pada proses produksi, distribusi, hingga sampai ke tangan konsumen. Penelitian ini dilakukan dengan membandingkan usaha penangkapan ikan dengan sistem rantai dingin dan tanpa rantai dingin di Kecamatan Teluk Bintan di Provinsi Kepulauan Riau dan Kecamatan Nambo dan Kecamatan Kendari di Provinsi Sulawesi Tenggara mulai dari bulan Februari 2018 sampai dengan Mei 2018. Analisis data yang dilakukan adalah analisis usaha yang meliputi komponen pendapatan, keuntungan, R/C ratio dan Payback Periode (PP). Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengetahui perbedaan pendapatan dan kelayakan usaha kelompok nelayan di Kecamatan Nambo, Kendari serta Teluk Bintan. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adannya perbedaan pendapatan kelompok nelayan yang menerapkan rantai dingin dengan yang tidak menerapkan rantai dingin. Pada ketiga lokasi, nelayan yang melakukan usaha penangkapan ikan dengan rantai dingin, memperoleh pendapatan dan keuntungan yang lebih besar dibandingkan dengan yang tidak menerapkan rantai dingin. Nilai RC/ratio usaha penangkapan ikan menggunakan rantai dingin juga lebih tinggi. Waktu pengembalian modal (PP) usaha penangkapan ikan menggunakan rantai dingin juga lebih cepat dibandingkan usaha serupa yang tidak menggunakan rantai dingin.

Keywords

hasil tangkapan; nelayan; penanganan hasil; pendapatan; rantai dingin

Full Text:

PDF

References

Almaida, Sheila, Dian Wijayanto, dan Abdul Ghofar. 2015. “Analisis Perbandingan Pendapatan Nelayan Bubu Desa Betahwalang dengan Pola Waktu Penangkapan Berbeda.” Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology 4(3):54–61.

Amin, Mahdi, Fis Purwangka, dan Wazir Mawardi. 2018. “Tingkat Keterampilan Dan Pengetahuan Nelayan Di Karangantu Banten.” ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut 2(1):107–21. doi: 10.29244/core.2.1.107-121.

Aminatuzzuhra, Aminatuzzuhra, Ratna Purwaningsih, dan Novie Susanto. 2016. “Simulasi Cold Chain System pada Rantai Distribusi Ikan untuk Mengukur Peningkatan Mutu Ikan di Kota Semarang.” Industrial Engineering Online Journal 5(4).

Antika, Melina, Abdul Kohar, dan Herry Boesono. 2014. “Ananlisis Kelayakan Finansial Usaha Perikanan Tangkap Dogol di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Ujung Batu Jepara.” Fisheries Resources Utilization Management and Technology 3(3):200–207.

Asnidar, dan Asrida. 2017. “Analisis Kelayakan Usaha Home Industry Kerupuk Opak di Desa Paloh Meunasah Dayah Kecamatan Muara Satu Kabupaten Aceh Utara.” Pertanian 1:39–47.

Deni, Sitkun. 2015. “Karakteristik mutu ikan selama penanganan pada kapal KM. Cakalang.” Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan 8(2):72. doi: 10.29239/j.agrikan.8.2.72-80.

Departemen Pendidikan Nasional. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta (ID): Gramedia Pustaka Utama.

Lailossa, Grasiano Warakano. 2009. “Studi Awal Design Model Sistem Rantai Dingin (Cold Chain System) Komoditas Unggulan Ekspor Sektor Perikanan Maluku (Ikan Beku/Frozen Fish).” in Seminar Nasinaol Teori dan Aplikasi Teknologi Kelautan. Surabaya (ID): Institut Teknologi Sepuluh November.

Lubis, Ernani, Eko Sri Wiyono, dan Mareta Nirmalanti. 2010. “Penanganan Selama Transportasi Terhadap Hasil Tangkapan Didaratkan di Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman : Aspek Biologi dan Teknis.” Jurnal Mangrove dan Pesisir 10(1):1–7.

Manoppo, Victoria E. .., dan Alfret Luasunaung. 2017. “IBM Kelompok Nelayan Desa Tateli Ii Kecamatan Mandolang Kabupaten Minahasa Dalam Menerapkan Sistem Rantai Dingin Guna Meningkatkan Pemasaran Dan Pendapatan.” AKULTURASI (Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan) 5(10). doi: 10.35800/akulturasi.5.10.2017.17953.

Palawe, Jaka F. P., Jefri A. Mandeno, Ely John Karimela, dan Mukhlis A. Kaim. 2017. “IbM Teknik Penanganan Pasca Tangkap dan Pengesan Ikan Segar Kelompok Nelayan Bahari dan Kelompok Nelayan Usaha Mina Pulau Manipa Desa Nanadakele Kecamatan Nusa Tabukan.” Jurnal Ilmiah Tatengkorang 1:48–51.

Palemba, Yoelan. 2017. “Kajian Mutu Ikan Layang (Decapterus sp.) Segar dengan Metode Pendinginan Es Balok (Curah) serta Penerapan Sistem Drainase dan Lama Pelelehan di Sorong Papua Barat [thesis].” Universitas Terbuka.

Rohmah, Munzilir, Safira Ryanatami, Bagus Anugrah Yoga Pratomo, Shellyanda Rezki Utami, dan Zofarizal Gusfa. 2015. “Analisis Pendapatan Nelayan Bagan: Studi di Desa Sarang Tiung, Kalimantan Selatan.” Jurnal Indonesia Student Research and Summit 2015 1.

Setiawan, Wahyu, Atikah Nurhayati, Titin Herawati, dan Asep Agus Handaka. 2018. “Kelayakan Usaha Penangkapan Ikan Menggunakan Jaring Insang (Gill Net) di Waduk Jatigede Kabupaten Sumedang.” PAPALELE: Jurnal Penelitian Sosial Ekonomi Perikanan dan Kelautan 2(1):8–14.

Sukirno, Sadono. 2003. Pengantar teori mikroekonomi (edisi ketiga). Jakarta (ID): Raja Gafindo Persada.

Tuanakotta, Theodurus M. 2000. Teori Akuntansi. Jakarta (ID): Lembaga Penerbit Fakulkas Ekonomi UI.

Wijayanto, Dian, dan Faik Kurohman. 2018. “Karakteristik Usaha Perikanan Tangkap Mini Purse Seine yang Berpangkalan di PPI Karanganyar Kabupaten Rembang.” Jurnal Perikanan Tangkap: Indonesian Journal of Capture Fisheries 2(1):1–5.

Zain, Habieb Noor, Imam Triarso, dan Trisnani Dwi Hapsari. 2016. “Analisis Kelayakan Finansial Usaha Perikanan Tangkap Jaring Insang Permukaan (Surface Gill Net) di Pangkalan Pendaratan Ikan (Ppi) Banyutowo Kabupaten Pati.” Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology 5(1):162–69.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.